fbpx

Fullstack Developer

APA ITU FULLSTACK DEVELOPER?

Fullstack developer adalah developer website atau aplikasi web yang bekerja pada dua sisi yaitu sisi klien, dan sisi server, atau bisa dibilang fullstack adalah gabungan pekerjaan dari back-end dan front-end. Kebanyakan fullstack developer akan menghabiskan waktu yang lama untuk terbiasa bekerja dengan pada peran yang berbeda-beda.

Fullstack developer juga cenderung fasih dalam logika bisnis dan pengalaman pengguna, yang berarti mereka tidak hanya di perlengkapi dengan baik untuk berinteraksi langsung, tetapi juga dapat memandu dan berkonsultasi tentang strategi.

Fullstack developer memiliki dua tanggung jawab front-end dan back-end pada sebuah website atau aplikasi, yang berarti mereka dapat menghandle projek-projek yang memerlukan database, membangun user interface, ataupun bekerja dengan klien selama fase perencanaan dan projek.

APA YANG DI LAKUKAN FULLSTACK DEVELOPER?

Seperti yang telah dibahas sebelumnya fullstack developer mencakup pekerjaan front-end juga back-end seperti :

  • Menerjemahkan keperluan user pada keseluruhan arditektur dan implementasi sistem baru.
  • Mengatur projek dan mengkoordinasikannya dengan klien.
  • Menulis code-code back-end dengan bahasa Ruby, Phyton, Java, dan PHP.
  • Memahami, membuat debug pada database dan query-query yang berhubungan.
  • Menciptakan test code untuk memfalidasi aplikasi dengan keperluan klien.
  • Memonitoring tampilan pada web aplikasi dan infrastruktur.
  • Troubleshooting web aplikasi dengan cepat dan resolusi yang akurat.

SKILL, BAHASA DAN SOFTWARE APA YANG DI GUNAKAN?

Secara tipikal skill bahasa dan software yang di gunakan oleh fullstack developer adalah yang di gunakan juga oleh front-end dan back-end developer. Skill umum yang harus di miliki oleh seorang fullstack developer adalah keterampilan mengolah tampilan website atau aplikasi, memiliki pengetahuan yang dalam pada mengolah server database dan sistem service serta bahasa-bahasa yang akan di gunakan, dapat memanagemen kedua sisi klien dan server dengan terampil dan rapih.

Bahasa yang di gunakan fullstack developer memungkinkan sangatlah banyak. Tetapi ada beberapa bahasa umum yang harus di ketahui yaitu tidak lain JavaScript, HTML dan PHP. Ketiga bahasa tersebut sangatlah penting untuk di ketahui oleh fullstack developer.

Software yang di gunakan pun bermacam-macam dan banyak. Seorang developer bahkan dapat menggunakan tiga sampai lima software sekaligus. Tergantung pada developer soware mana yang ingin dan nyaman di gunakan oleh sang developer menurut fungsi dan pemenpatannya.

HARUSKAH MENJADI FULLSTACK DEVELOPER?

  Selama menjadi fullstack developer yang berarti kamu dapat bekerja di dua sisi yaitu menjadi front-end developer atau back-end developer pada proses pengembangan aplikasi web. Apakah itu berarti fullstack harus menjadi objek utama?

Jika bekerja pada bidang perusahaan teknologi (seperti Facebook atau Google) adalah impian. Maka pekerjaan fullstack developer adalah arah yang tepat. Tapi tidak semua orang terlatih hanya dengan belajar bagaimana menjadi seorang fullstack developer. Berialihlah pada bidang teknologi informasi untuk sebuah perusahaan seperti Facebook.

Jika kamu mencari perpindahan atau suasana lain, atau kamu ingin membangun part-time project di atas pekerjaan harian, kamu mungkin tidak perlu untuk mempelajari fullstack developer. Pekerjaan website umum, seperti  front-end developer, bergaji bagus,dan ada banyak untuk di telusuri.

Bukan berarti menganggap bahwa tidak perlu belajar bahasa back-end dan mencari tahu tentang fullstack skill set yang telah ada saat telah ahli dengan yang satu. Poin utamanya adalah untuk tidak membiarkan atau menekankan untuk mempelajari semuanya. Tetapi mengetahui banyak hal tidak ada salahnya kan?