fbpx

Mengenal Tanggal Masehi Lebih Dalam, Hanya Di Sini!

Mengenal Tanggal Masehi Lebih Dalam, Hanya Di Sini!

 

Mengenal tanggal Masehi lebih dalam dapat memperluas pengetahuan anda. Ada beberapa sistem penanggalan yang digunakan. Di Indonesia sendiri ada sistem penanggalan Jawa, ada juga sistem penanggalan Tiongkok, sistem penanggalan Islam, dan tentu saja sistem penanggalan Masehi. Sistem penanggalan pada kalender masehi banyak digunakan oleh masyarakat di dunia. Kalender ini digunakan hampir di semua negara di dunia internasional.

Sejarah tahun baru masehi menarik untuk diketahui. Perayaan tahun baru di mulai pada tanggal 31 Desember dan berlanjut hingga dini hari 1 Januari. Tahun baru biasanya dirayakan dengan pesta, membuat resolusi untuk tahun baru dan menonton pertunjukan kembang api bersama teman, keluarga, atau pun kekasih.

Awal Mula Penanggalan Masehi

Penanggalan ini sudah di gunakan lebih dari 4 abad lamanya. Kalender masehi atau kalender Gregorian pertama kali di kenalkan pada tahun 1582.  Kalender Masehi, bersumber dari Encyclopedia Britannica, di buat berdasarkan sistem penanggalan matahari. Sistem ini menggunakan hitungan waktu perputaran bumi terhadap matahari.

Dilansir dari situs History, perayaan tahun baru pertama diyakini dirayakan sekitar 4.000 tahun yang lalu di Babilonia. Pada saat itu, masyarakat Babilonia merayakan tahun baru di akhir bulan Maret.

Perayaan tahun baru di rayakan di bulan Maret karena pada masa itu adalah pergantian musim. Masyarakat Babilonia merayakan tahun baru dengan mengadakan festival keagamaan besar-besaran yang di sebut “Akitu”.

Di abad kuno pada masa itu, peradaban di seluruh dunia mengembangkan kalender yang semakin canggih. Biasanya, masyarakat kuno pada masa itu menyematkan hari pertama tahun baru ke suatu peristiwa pertanian atau astronomi. Misalnya di Mesir, tahun baru di mulai dengan banjir tahunan Sungai Nil.

Penanggalan Bangsa Romawi

Awal di temukan Kalender masehi pertama kali di gunakan di benua Eropa. Sebelum kalender ini, kalender Julian terlebih dahulu di gunakan.  Mengutip dari Live Science, astronom Romawi menghitung waktu yang di butuhkan bumi untuk berputar mengelilingi matahari.  Dari hasil perhitungan tersebut di dapatkan angka 365,25 hari. Hal ini berpengaruh pada musim yang datang lebih lambat.

Kaisar Julius Caesar kemudian menambahkan satu hari di bulan Februari setiap 4 tahun sekali. Penanggalan ini kemudian di namai dengan kalender Julian. Setelah lama di gunakan, ada kesalahan perhitungan dalam kalender Julian. Pada tahun 1570an, kalender Julian melenceng dari tanggal matahari sebanyak 10 hari.   Karenanya sistem penanggalan ini tidak sinkron dengan musim dalam setahun. Penanggalan ini di khawatirkan akan membuat hari Paskah terus menjauh dari tanggal seharusnya.

Penemu kalender Masehi Karena penanggalan yang keliru, Paus Gregorius XIII membuat sistem penanggalan yang baru. Kalender ini di kenal sebagai kalender Gregorian atau kalender Masehi.  Melansir dari Vox.com, Paus Gregorius XIII bersama dengan ahli fisika Aloysius Lilius, dan ahli astronomi Christopher Clavius mengembangkan kalender ini selama 5 tahun.

 

Baca Juga: Manfaat Tanda Tangan Digital Untuk Para Pengusaha!

 

Melansir situs History, bangsa Romawi awalnya merayakan tahun baru setiap tanggal 1 Maret. Hal ini karena kalender Romawi kuno hanya terdiri dari 10 bulan dan 304 hari yang di mulai pada bulan Maret.

Kalender Romawi kuno di buat oleh raja pertama Roma, Romulus. Lalu pada abad ke-8 sebelum masehi, raja Roma berikutnya, Numa Pompilius menambahkan bulan Januarius dan Februarius yang sekarang ini kita kenal sebagai bulan Januari dan Februari.

Barulah pada abad ke-46 sebelum masehi, tahun baru di rayakan pada 1 Januari. Kaisar Romawi, Julius Caesar adalah seseorang yang menetapkan 1 Januari sebagai hari pertama dalam kalender Romawi.

Julius Caesar memilih 1 Januari sebagai hari perayaan tahun baru untuk menghormati nama bulan tersebut. Di ketahui bulan Januarius di ambil dari nama dewa permulaan di Romawi, yaitu dewa Janus.

Perayaan Tahun Baru

Dalam kalender Gregorian, penambahan hari setiap 4 tahun sekali di hapuskan. Sistem kabisat berlaku empat tahun sekali kecuali tahun yang tidak habis di bagi 400.  Jadi tahun kabisat jatuh pada tahun 2000, tapi tidak di 1900, 1800, atau 1700. Paus Gregorius XIII juga memindahkan tahun baru yang semula 25 Maret menjadi 1 Januari.  Sempat di tolak Penanggalan ini langsung di terima di negara-negara penganut Kristen Katolik. Setelah di perkenalkan, Italia, Spanyol, dan Portugal memakai kalender Masehi.  Bersumber dari History.com, Inggris dan Amerika baru menggunakan kalender Masehi pada 1752. Sebelumnya mereka mencurigai adanya niat terselubung oleh dari kalangan Katolik.  Dalam perjalanannya, banyak negara yang mulai menggunakan kalender Masehi. Arab Saudi yang semula memakai kalender Hijriah, tahun 2016 mulai memakai kalender Masehi.

Masih mengutip laman History, dahulu orang Romawi kuno merayakan tahun baru dengan mempersembahkan korban kepada dewa Janus. Mereka juga mendekorasi rumah mereka dengan mengadakan pesta.

Namun, saat ini, perayaan tahun baru di seluruh dunia sudah lebih modern. Tradisi perayaan tahun baru berbeda-beda di setiap negara di dunia

 

Berikut perayaan tahun baru di sejumlah negara di dunia:

Spanyol

Di Spanyol dan beberapa negara berbahasa Spanyol lainnya, orang-orang merayakan Tahun Baru dengan memakan selusin buah anggur. Buah anggur tersebut melambangkan harapan mereka untuk 1 tahun yang akan datang.

Kuba, Austria, Hongaria dan Portugal

Di sejumlah negara ini, orang-orang merayakan Tahun Baru dengan menyantap babi. Mereka menganggap babi mewakili kemajuan dan kemakmuran.

Swedia dan Norwegia

Masyarakat Swedia dan Norwegia merayakan Tahun Baru dengan menyajikan puding nasi dengan kacang almond yang tersembunyi di dalamnya. Di katakan bahwa siapa pun yang menemukan kacang almond tersebut akan mendapatkan keberuntungan selama 1 tahun ke depan.

Kesimpulan

Itulah artikel Mengenal Tanggal Masehi Lebih Dalam yang dapat admin sampaikan kali ini. Tetap pantau terus Website Resmi PT Comtelindo untuk mendapatkan informasi tentang teknologi menarik lainnya.

 

 

Sumber: kontan.co.id, detik.com