fbpx

Jenis – Jenis Fire Smoke Detector Pada Tahun 2022

Jenis – Jenis Fire Smoke Detector Pada Tahun 2022 – Saat ini, nyaris seluruh bangunan serta gedung Indonesia sudah terlengkapi dengan smoke detector. Bukan cuma pada ruang publik, fitur ini pula lumayan kerap kita temui pada rumah hunian. Tiap gedung ataupun ruangan pasti saja mempunyai kebutuhan yang berbeda.

Kemudian, gimana menciptakan tipe smoke detector yang pas? Salah satunya merupakan dengan mengenali tipe smoke detector. Bersumber pada metode kerjanya, terdapat sebagian tipe smoke detector yang terdapat pada pasaran, ialah :

  • Photoelectric Detector

Photoelectric smoke detector merupakan detector yang bekerja memakai sensor sinar yang kita tunjukan pada sensor photoelectric. Perlengkapan ini mempunyai sensor sinar buat mengetahui terdapatnya api. Sehabis mengetahui terdapatnya bahaya, sinyal akan teruskan ke fire alarm.

Sayangnya, perlengkapan ini dapat kita katakan sangat sensitif. Photoelectric bekerja dengan mengetahui terdapatnya partikel kecil semacam abu yang membatasi sinar. Sehingga, bila ada debu ataupun kotoran dalam jumlah yang lumayan banyak, detector dapat memunculkan false alarm ataupun alarm palsu.

  • Ionization Detector

Terdapat banyak perlengkapan pendeteksi asap yang dapat kamu temukan. Salah satu yang sangat tua merupakan ionization detector. Perlengkapan ini bekerja dengan memakai tata cara ionization chamber. Saat terdapat asap yang masuk ke sensor pendeteksi, perlengkapan hendak langsung mengirimkan sinyal.

Supaya dapat bekerja dengan baik, Kamu butuh memasanga ionization detector pada tempat yang hendak terjangkau asap. Jangan kurang ingat buat mengubah baterai supaya detektor dapat senantiasa bekerja dengan efisien. Biasanya, sistem ionization detector sanggup membagikan alarm lebih kilat dari jenis photoelectric.

  • Video Smoke Detector

Video Smoke Detector ataupun VSD ialah salah satu tipe detektor sangat mutahir saat ini. Metode kerja perlengkapan ini nyaris sama dengan Kamera pengaman, ialah memakai kamera ataupun video yang hendak memonitor ruangan sepanjang 24 jam dari siang hingga malam.

Perlengkapan ini memakai kamera selaku sensor buat mengetahui asap secara langsung. Saat asap kita temukan, detektor hendak mengirim sinyal ke FACP serta kita teruskan cocok kode/program dalam control panel.

  • Smoke Detector Dual Sistem

Tidak hanya smoke detector photoelectric serta ionization, terdapat pula smoke detector dual sistem. Fitur ini bekerja dengan mengoptimalkan metode kerja smoke detector ionization serta photoelectric. Dengan kata lain, fitur ini mencampurkan metode kerja keduanya.

Sebab mempunyai keunggulan 2 tipe smoke detector tadinya, dual sistem smoke detector dapat membagikan keamanan yang lebih baik. Saat ini, terdapat banyak tipe fire smoke detector yang dapat kamu temukan pada pasaran. Hendak namun, harga detector ini cenderung lebih mahal kita banding dengan smoke detector yang lain.

Jenis – Jenis Fire Smoke Detector Bersumber Pada Metode Deteksi

Tidak hanya dibedakan bersumber pada metode kerja, smoke detector pula dibedakan bersumber pada metode pendeteksiannya. Secara universal, terdapat 4 tipe smoke detector bersumber pada metode pendeteksiannya ialah:

  • Smoke Detector 4 Wire

Smoke detector 4 wire memperoleh tegangan dari 2 kabel master control fire alarm serta 2 kabel sinyal fire alarm. Dengan begitu, perlengkapan ini memakai sistem kerja 4 kabel serta bisa dengan gampang integrasikan dengan bermacam tipe (security) alarm panel maupun automation panel.

Desainnya juga sama dengan smoke detector 2 wire ialah memakai stainless steel inner housing serta sensor head yang tahan lama. Serta bisa diletakkan di bermacam ruangan yang memerlukan pendeteksi asap selaku peringatan dini terbentuknya kebakaran.

  • Stand Alone Smoke Detector

Stand alone smoke detector kerap kita ucap juga selaku smoke detector portable. Berbeda dengan ketiga tipe smoke detector diatas, stand alone smoke detector bisa berdiri sendiri tanpa membutuhkan koneksi ke panel controller.

Kamu dapat menempatkan detektor ini dengan gampang pada bermacam ruangan. Mulai dari kamar tidur, ruang keluarga, ruang kerja, ruang belajar, serta lain sebagainya. Detektor ini pula dapat kamu tempatkan pada zona kerja semacam kantor, toko, kios, serta lain-lain.

Perlengkapan ini memakai baterai selaku sumber tenaga utamanya. Sehingga, Kamu tinggal memasangnya ke langit-langit dengan memakai baut saja. Kamu dapat mengenali apakah energi baterai telah melemah ataupun belum dengan memandang penanda LED pada fitur.

Salah satu kelebihan detektor jenis ini merupakan suara sirenenya. Stand alone smoke detector sanggup membunyikan alarm dengan keseriusan suara pada tingkatan 85 desibel. Dengan suara tersebut, alarm dapat terdengar sampai jangkauan 50 m dari posisi fitur.

  • Smoke Detector Multi

Smoke detector multi bisa bekerja dengan sistem 4 kabel ataupun 2 kabel. Perihal ini membolehkan sensor ini buat integrasikan dengan Security Alarm serta pula Conventional Fire Alarm. Fitur detektor ini terbuat dengan keahlian mengetahui kepulan asap dengan pas.

Tidak hanya itu, perlengkapan ini pula bisa digunakan dalam jangka waktu lama. Kamu dapat menempatkan detektor ini pada tempat-tempat ataupun ruangan yang memerlukan proteksi dengan sensor asap.

  • Smoke Detector 2 Wire

Smoke detector 2 wire mempunyai sistem kerja 2 kabel. Detektor ini didesain memakai stainless steel inner housing serta sensor head yang tahan lama. Biasanya, fitur detektor ini memakai sistem sensor fotoelektrik.

Kamu dapat memakai detektor 2 kabel ini pada bermacam ruangan. Spesialnya ruangan yang memerlukan peringatan dini terbentuknya kebakaran.

Baca Juga Ini Pengertian & Cara Pasang Fire Smoke Detector Yang Benar

Panduan Memasang Fire Smoke Detector

Jenis – Jenis Fire Smoke Detector Pada Tahun 2022 – Buat memperoleh khasiat terbaik dari pemasangan smoke detector, Kamu butuh mencermati hal-hal berikut ini :

  1. Tahu Jenis Smoke Detector Yang Kamu Punya

Buat hasil terbaik, Kamu butuh ketahui tipe ataupun jenis smoke detector yang Kamu pakai. Bila kamu kurang ingat sudah membeli tipe smoke detector apa, Kamu dapat mengecek ciri yang terdapat di dalam box ataupun fitur.

Biasanya, smoke detector ionization mempunyai huruf“ i” kecil pada fitur ataupun dalam boxnya. Sebaliknya smoke detector photoelectric diisyarati dengan terdapatnya huruf“ P” kapital. Tidak hanya itu, terdapat pula smoke detector yang bekerja dengan sistem dual sensor. Maksudnya, smoke detector ini mempunyai guna ionization serta photoelectric dalam satu fitur.

  1. Perhatikan Jumlah Smoke Detector Yang Kamu Pasang

Sehabis mengenali tipe smoke detector, perhatikan jumlah smoke detector yang kamu pasang. Bila kamu memakai jenis ionization, hendaknya lekas tambahkan dengan tipe photoelectric secepatnya. Paling tidak, kamu memerlukan satu jenis smoke detector photoelectric pada tiap lantai.

Bila smoke detector yang kamu miliki telah berusia 10 tahun ataupun lebih, kamu dapat lekas mengubahnya dengan baru. Smoke detector dual sistem bisa membagikan proteksi yang lebih baik. Hendak namun, harga jualnya pula cenderung lebih mahal.

  1. Ubah Secara Berkala

Fire smoke detector merupakan fitur yang kita pasang serta kita harapkan tidak butuh digunakan. Bagaimanapun, saat kamu memasang perlengkapan ini, kamu berharap rumah kamu tidak hendak hadapi kebakaran kan? Sebab itu, dapat saja Kamu tidak mengubah detektor sepanjang bertahun-tahun.

Walaupun rumah kamu baik-baik saja, terdapat baiknya kamu mengubah fitur smoke detector secara teratur.

Kontak Kami

Jenis – Jenis Fire Smoke Detector Pada Tahun 2022 – Bagi kalian yang ingin mencari Fire Smoke Detector ini kalian bisa langsung kunjungi situs kami www.comtelindo.com atau menghubungi kami melalui wa pada bagian bawah ini.

Internet of Things