fbpx

Dampak Layanan 3G Dimatikan Bagi Smartphone

Dampak Layanan 3G Dimatikan

Dampak Layanan 3G Dimatikan Beberapa operator seluler di Indonesia terus mempercepat upaya pemadaman jaringan 3G. Akibatnya, perangkat Smartphone juga harus menyesuaikan fitur – fiturnya agar pelanggan tetap nyaman dalam berkomunikasi. Peneliti gawai sekaligus pendiri dari Komunitas Gadtotrade, Lucky Sebastian, mengatakan teknologi memang terus bergerak maju. Mau tidak mau, teknologi lawas pada suatu titik tertentu harus di tinggalkan.

“Demikian juga seperti 3G. Sekarang ini sudah jarang sekali jika kita membeli ponsel, masih ada ponsel yang kemampuan koneksinya hanya 3G, kebanyakan sudah 4G LTE,” kata Lucky, Rabu (6/4/2022).

Menurut Lucky Sebastian, proses upgrade atau peningkatan jaringan 3G ke 4G LTE secara perangkat tidak bermasalah. Apalagi, saat ini mayoritas masyarakat sudah menggunakan ponsel pintar (smartphone).

Namun begitu, proses pemadaman jaringan 3G ini mungkin jadi kendala bagi pengguna ponsel – ponsel lama. Yang memang tidak di desain untuk menjadi perangkat koneksi data.

“Kalau smartphone 7-8 tahun lalu kemungkinan besar sudah support 4G LTE. Memang ada kalanya teknologi untuk bergerak maju itu perlu turun tangan pemerintah. Supaya semakin banyak golongan masyarakat beradaptasi dengannya,” ucap Lucky.

Lebih lanjut dia menuturkan, agar tidak merasakan dampak dari suntik mati jaringan 3G, sebuah ponsel harus di dukung fitur Voice Over LTE (VoLTE). Dengan ini, suara yang terdengar lebih minim gangguan sehingga lebih jernih di bandingkan analog.

 

Jaringan 3G Tidak Bisa Digunakan

Dampak Layanan 3G Dimatikan – Bukan itu saja, berkomunikasi via VoLTE, sambung Lucky, tidak membuat koneksi data di background ponsel berhenti, seperti yang terjadi saat koneksi dengan 2G atau 3G. Hal itu terjadi lantaran saat voice call di lakukan, koneksi akan turun ke 2G atau 3G, sehingga koneksi data terhenti.

“Misalnya saat kita sedang mengunduh data, atau meeting online, dan bersamaan harus bertelepon, maka dengan VoLTE keduanya akan berjalan bersamaan baik komunikasi voice dan data yang sedang berjalan. Ini tidak bisa di teknologi 2G atau 3G,” terang dia.

Tak berhenti di situ, Lucky menyebut koneksi telepon dengan VoLTE akan lebih cepat tersambung. Pengguna hanya butuh waktu rata-rata 1.5 detik, di bandingkan 2G dan 3G yang dalam kondisi bagus membutuhkan 3.5 – 5 detik.

Bahkan, ujar dia menambahkan, VoLTE bisa berkolaborasi dengan WiFi untuk mendapat koneksi yang lebih baik di dalam gedung. Kapasitas voice dan data VoLTE juga tiga kali lebih besar di banding 3G dan enam kali lebih besar di banding 2G, karena paket data yang di kirimkan VoLTE jauh lebih kecil.

“VoLTE juga lebih hemat baterai di banding VoIP. Saat ini sudah hampir semua operator memiliki layanan VoLTE, hanya coverage – nya saja masih belum merata. Perangkat lawas yang belum aktif VoLTE-nya bisa di update firmware-nya, tetapi ini butuh kemauan vendor. Kalau sudah terlalu lama, biasanya vendor sudah tidak lagi memberikan pembaruan firmware perangkat,” imbuhnya.

“Karena sampai saat ini masih banyak yang terpaksa mengandalkan 3G. Karena sinyal 4G-nya tidak ada atau tidak bisa di gunakan lancar. Kasihan kalau 3G di matikan sementara 4G-nya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Jadi, di pastikan coverage dan bandwidth-nya mencukupi,” pungkasnya.

Kutipan dari: teknologi.bisnis.com

 

Baca Juga: Cara Mengatasi Laptop Hang atau Not Responding, It’s Work!

 

Lalu, Apa Saja Sih Dampak Layanan 3G Dimatikan?

Dampak Layanan 3G Dimatikan – Dilansir dari pramborsfm, bahwa Asosiasi Penyelenggara Jasa Telekomunikasi Indonesia (ATSI), Marwan O Baasir mengungkap anggota operator mendukung salah satu kebijakan pemerintah tentang dimatikannya jaringan 3G.

Menurutnya, cara ini di lakukan agar operator bisa melakukan penataan ulang dan memanfaatkan jaringan 4G. “Atau bahkan di gunakan untuk teknologi 5G, yang dalam kondisi saat ini jauh lebih efisien dari teknologi 4G,” ujarnya di sebuah webinar, Rabu 16 Maret 2022. Juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi menuturkan, alasan kebijakan ini adalah jaringan 3G yang di nilai sudah ketinggalan zaman dan memiliki beberapa kekurangan di bandingkan 4G LTE.

Di matikannya jaringan 3G ke 4G LTE, membuat kecepatan internet akan lebih cepat.

“Kalau pelanggan memiliki perangkat 4G, maka (setelah 3G di matikan) layanan 4G akan terasa lebih cepat dan kualitas layanannya lebih baik,” ujar pengamat telekomunikasi Indonesia, Ian Yoseph, melansir dari laman Kompas.

Dari segi kecepatan, jaringan 3G memang lebih lambat di bandingkan 4G LTE, dengan kecepatan rata-rata 2 Mbps dan kecepatan maksimum hingga 14 Mbps saja.

Jaringan 4G LTE secara teknis mampu menghasilkan kecepatan unduh lebih cepat, yaitu antara 10 Mbps hingga 1 Gbps.

Adanya peningkatan pada kualitas suara, serta kualitas streaming dan kecepatan unduh yang lebih cepat ketika mengakses internet dengan sinyal 4G. Untuk bisa menikmati jaringan 4G LTE, kamu harus menggunakan ponsel yang sudah menggunakan perangkat 4G LTE dan juga sudah berlangganan layanan 4G LTE.

Mengenai upgrade kartu SIM 3G ke 4G, Hendro mengatakan, operator seluler sejauh ini sudah berupaya membuat pelanggan 3G di Indonesia beralih ke 4G LTE secara natural. Walau demikian, masih ada beberapa operator yang masih menggunakan jaringan 3G. Bila sinyal 3G di seluruh Indonesia benar-benar di matikan total, maka pelanggan 3G-only yang tidak memiliki perangkat 4G itu bakal merasakan dampaknya secara langsung.

Kutipan dari: pramborsfm.com

 

Sinyal 3G Berakhir

Dampak Layanan 3G Dimatikan – Menurut kompas.com, Indonesia mulai menggelar jaringan internet generasi kelima alias 5G. Menyusul hadirnya 5G di Tanah Air, muncul rencana untuk menghapus jaringan lawas 3G di Indonesia. Dua operator seluler yakni Telkomsel dan XL Axiata tegas memastikan bahwa akan mulai mematikan jaringan 3G pada 2022. Namun, apakah keputusan itu tepat?

Menurut pengamat telekomunikasi Moch S. Hendrowijono, keputusan untuk mematikan sinyal 3G pada 2022 ini di nilai sudah tepat.  Hendro bahkan mengatakan bahwa penghapusan jaringan 3G di Tanah Air semestinya sudah di lakukan lebih awal atau sejak beberapa tahun lalu.

“Alasan penghapusan 3G, teknologinya mentok di kemampuan/kapasitas rendah, hanya sekitaran 2 Mbps. Selain itu, 3G juga sudah jadi bagian dari evolusi akses semua operator dunia,” kata Hendro. Jadi, bukan hal baru bila ada rencana penghapusan sinyal 3G ini. Hendro mencontohkan, negara tetangga seperti Singapura sudah mematikan jaringan lawas 2G semenjak tiga tahun lalu, kemudian di susul dengan penghapusan jaringan 3G. Senada dengan Hendro, pengamat telekomunikasi, Ian Yoseph mengatakan bahwa 2022 adalah tahun yang tepat untuk mematikan 3G secara bertahap. “Karena 3G akan tergantikan minimal oleh jaringan 4G lalu mulai di gantikan oleh 5G,” kata Ian melalui pesan singkat kepada KompasTekno. Frekuensi 3G bisa di alihkan untuk 4G

Dengan di matikannya sinyal 3G secara bertahap, Ian mengatakan bahwa operator seluler di Indonesia bisa mulai mengalihkan alokasi frekuensi yang semula di gunakan untuk menggelar layanan 3G. Kini untuk layanan 4G yang lebih efisien dan memiliki kualitas lebih baik. Selama ini, jaringan 3G dan 4G di Indonesia memang menempati spektrum frekuensi yang sama, yaitu 900 MHz, 1.800 MHz, dan 2.100 GHz.

Kutipan dari: tekno.kompas.com

 

Kesimpulan

Dampak Layanan 3G Dimatikan – Kesimpulannya adalah jangan pernah kalah oleh perkembangan jaman. Kita harus bisa selalu beradaptasi dengan baik untuk masa depan yang lebih baik ^_^

Jangan lupa untuk mampir ke Website Resmi PT Comtelindo untuk mendapatan informasi menarik lainnya.