fbpx

Cara Mempraktikkan QoS Bandwidth Management

Cara Mempraktikkan QoS Bandwidth Management

 

Telah sangat jelas, buat dapat mempraktikkan QoS di jaringan, kamu wajib memiliki router utama (misalnya mikrotik).

Router utama dengan spek mencukupi yang dapat menanggulangi QoS buat bandwidth serta jumlah pelanggan / user yang kamu miliki.

 

Mengetahui Kebutuhan Client / User

Awal kamu wajib tau layanan apa yang kamu tawarkan ke user, ataupun sang user ingin gunakan internet untuk apa?

Perihal ini sangat berarti, sebab masing – masing orang memiliki kebutuhan yang berbeda – beda.

Dengan mempraktikkan QoS di harapkan seluruh user dengan kebutuhan yang berbeda internet nya senantiasa tetap lancar.

 

Mengetahui Besar Traffic Buat Tiap Aplikasi yang Dipakai Users

Supaya aplikasi yang nantinya dipakai oleh pengguna / user lancar serta normal, kamu butuh tau berapa bandwidth minimun yang dipakai oleh aplikasi tersebut.

Tentunya kamu wajib install serta coba aplikasi tersebut, serta melaksanakan debugging network buat mengetahi port, IP, protocol, serta speed yang dipakai.

 

Mengetahui Kapasitas Jaringan Lokal

Buat menghubungkan router utama dengan perangkat client, tentu kamu membuat jaringan sendiri.

Jaringan ini biasa disebut jaringan lokal, baik memakai kabel ataupun non kabel (wireless).

Tiap perlengkapan yang terpasang untuk buat membangun jaringan, pasti memiliki kapasitas.

Mulai dari kabel, switch, perlengkapan wireless, konektor dll.

Kamu butuh melakukan pengukuran buat mengenali berapa kapasitas bandwidth dari jaringan lokal yang kamu buat.

Buat mengukurnya kamu tidak dapat memakai aplikasi speedtest.

Kamu butuh tool spesial semacam “iperf3” yang dapat di gunakan buat melaksanakan bermacam macam pengukuran terhadap jaringan lokal yang kita buat.

Kamu butuh tau kapasitas jaringan lokal kamu untuk membenarkan jika jaringan yang kamu buat dapat di lewati traffic dari internet dan ke internet dengan lancar.

Coba bayangkan, kamu memiliki link ke internet sebesar 100Mbps, tetapi bila kapasitas jaringan kamu hanya 50Mbps pasti traffic yang dapat jalur cumalah 50Mbps saja.

Yang 50Mbps sisanya gak bakal dapat terpakai.

 

Mengetahui Kapasitas Link ke Internet (Bandwidth)

Di kala memastikan limit bandwidth buat client di dasarkan hendak jumlah bandwidth yang ada ke internet.

Besarnya kapasitas bandwidth internet umumnya cocok dengan paket layanan yang kita ambil ke ISP.

Misal buat paket 100Mbps hendak dapet 100Mbps.

Tetapi bila paket layanan kamu bukan dedicated, bandwidth yang di dapat umumnya kurang dari itu.

Buat itu kamu butuh melaksanakan pengukuran buat mengenali bandwidth yang di dapat sesungguhnya (throughput).

Buat mengukurnya kamu cuma butuh pakai aplikasi “speedtest”, jalani pengukuran hinggal 5 – 8x serta hitung nilai rata- ratanya.

 

Menandai Traffic

Supaya router dapat mengalokasikan bandwidth serta memberikan prioritas ke traffic tertentu, kita wajib menandai paket dari traffic suatu aplikasi serta mengelompokkan nya.

Pada router mikrotik, menandai koneksi ataupun paket dapat di coba memakai fitur magle.

Fitur ini dapat kita akses di Menu => IP => Firewall => Mangle

 

Memprioritaskan Koneksi Realtime / Sensitive

Kita tidak butuh menandai seluruh koneksi ataupun paket sebab dapat “menyiksa” router.

Resource router akan banyak terpakai serta dapat menimbulkan pemakaian CPU yang besar.

Baiknya kita cuma menandai paket dari traffic aplikasi tertentu yang masuk kalangan yang perlu koneksi normal, paling utama aplikasi – aplikasi realtime.

Misalnya Game, VoIP, Video Conference, Online Meeting serta sejenisnya.

Setelah itu kita dapat atur router supaya memprioritaskan traffic tersebut untuk lewat duluan tanpa butuh di antrikan walaupun jaringan padat.

Dengan begini tidak akan terjadi lag ataupun delay.

 

Memberikan Jatah Bandwidth Independen Buat Aplikasi Tertentu

Sehabis koneksi ataupun paket sudah di tandai serta di beri prioritas, kita juga harus berikan jatah / garansi speed yang tentu di dapat oleh aplikasi – aplikasi prioritas.

Sepadat apapun jaringan, buat aplikasi prioritas wajib dapat bandwidth sejumlah yang sudah kita tentukan.

 

Membuat Antrian / Queue

Pasti buat aplikasi lain yang tidak masuk prioritas, kala keadaan jaringan padat wajib di masukan ke dalam antrian.

Tanpa di buatkan antrian, paket akan di buang oleh router serta terjadi paket loss. Tetapi bila paket di antrikan / queue tidak akan terjadi paket loss, cuma terjadi delay saja.

Aplikasi non realtime semacam Youtube / Browsing tidak jadi permasalahan bila paket di antrikan.

Antrian paket akan memakan resource memory / RAM router.

Pada router mikrotik, queue dapat di buat di menu queue tree maupun simple queue.

 

sumber

 

tembolok.id