fbpx

12+ Pekerjaan yang Hilang Karena Teknologi

Pekerjaan yang Hilang Karena Teknologi

Di beberapa tahun terakhir, berbagai media memberikan informasi tentang profesi dan pekerjaan yang hilang karena teknologi. Tentu saja kalian sudah sering mendengar hal ini. Terlebih sejak pandemi Covid-19 mulai muncul di Indonesia, pengurangan pegawai juga sering terdengar ke telinga kita.

Di berbagai sektor industri, perkembangan teknologi informasi, robot, komputer, dan media daring telah membuat peran tenaga kerja manusia tergantikan sepenuhnya. Telah terjadi perubahan besar berbagai industri yang disebabkan oleh kemajuan tehnologi, seperti media cetak (contohnya: koran dan majalah), penjualan dan sewa video vcd, toko buku, perbankan, agen real-estate dan masih banyak lagi yang lainnya. Perusahaan yang bergerak di industri tersebut telah secara besar-besaran mengurangi jumlah perkerja mereka. Mereka juga melalukan berbagai inovasi dengan menerapkan teknologi terkini supaya dapat memenangkan persaingan dalam bisnis.

 

Pekerjaan yang Akan Hilang di Era 4.0

Kemajuan teknologi berkembang pesat seiring perubahan zaman. Di era Revolusi Industri 4.0 adalah zaman di mana kita dituntut untuk tetap efektif dan efisien dalam melakukan semua pekerjaan. Secara tidak langsung, manusia pasti akan melakukan kesalahan jika di forsir terus dalam pekerjaannya. Hal ini membuat para industri berputar otak agar kesalahan tidak terjadi terus menerus. Ada industri yang total mengganti pekerjanya dengan teknologi, ada juga industri yang masih membutuhkan pekerja nya untuk mengoperasikan teknologi yang ada. Semua tergantung industri yang berjalan.

Tidak dapat disangkal lagi, bahwa kehadiran teknologi memiliki peran yang cukup besar dalam hidup manusia. Kemudahan yang ditawarkan lewat teknologi menjadikan setiap pekerjaan yang dilakukan terasa lebih mudah dan dapat terkontrol dengan baik dibandingkan tanpa adanya teknologi seperti sebelumnya.

Meskipun banyak kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi, seperti otomatisasi, kecerdasan buatan (AI), tetapi perkembangan teknologi di atas juga memiliki dampak negatif untuk manusia. Hal ini dikarenakan beberapa bidang pekerjaan bisa digantikan dengan hadirnya teknologi.

 

Pekerjaan yang Akan Hilang di Masa Depan

Banyak sekali hal yang terlintas di pikiran jika kita sedang membahas hal ini. Memang menjadi sebuah ironi, tetapi manusia harus bisa menyikapinya dengan bijak. Sudah tidak ada lagi kekolotan yang hinggap di otak jika kita sudah membahas tentang perut. Maka dari itu, manusia harus bisa bersaing dengan para mesin untuk bisa memenuhi dapur mereka. Dan juga harus memiliki cara untuk menyikapi pekerjaan yang akan hilang di masa depan. Entah dengan cara mengoperasikan teknologi baru yang ada, atau bahkan harus menciptakan teknologi baru untuk kegiatan industri lainnya.

 

Pekerjaan yang Akan Hilang Karena Teknologi

berikut ini adalah beberapa pekerjaan yang akan hilang karena tergerusnya zaman dan teknologi:

1. Pengantar surat

Yang pertama adalah Pengantar Surat. Pengantar Surat termasuk pekerjaan yang sudah hilang karena teknologi. Jumlah pekerja pos semakin hari semakin berkurang berkurang dan ada beberapa alasan yang menyebabkan hal tersebut. Perusahaan swasta seperti J&T, JNE, TIKI, Go-send, Grab-deliver, Wahana, UPS, dan FedEx mengambil sebagian dari pekerjaan tukang pos, yaitu dengan pengiriman barang dari seller ke buyer.

Surat – menyurat tidak lagi harus secara fisik lagi sekarang ini. Karena dengan email, seseorang bisa mendapatkan dokumen dan data tanpa harus menunggu kedatangan tukang pos. Dari segi efisiensi dan efektivitas hal ini sangat membantu manusia dalam hal pekerjaan atau komunikasi apapun yang membutuhkan dokumen atau informasi secara cepat. Bahkan untuk hanya sekedar ngobrol santai bersama keluarga atau teman yang jauh dari kita, sekarang kita sudah bisa menggunakan Whatsapp. Di mana tukang pos tidak bisa melakukan hal ini.

 

2. Loan Officer

Seperti di lansir dalam gamatechno.com, petugas peminjaman juga mungkin akan tergusur oleh teknologi. Untuk mengajukan pinjaman KPR, KTA, hingga kartu kredit, nasabah harus pergi ke cabang secara langsung dan bertemu dengan petugas peminjaman untuk melengkapi dokumen yang cukup banyak. Selanjutnya nasabah harus menunggu approval dulu baru bisa melakukan pencairan dana. Proses ini sangat tidak efisien dari sisi waktu.

 

3. Staf Layanan Retail

Teknologi telah mengubah cara kita untuk berbelanja. Dimana yang dulunya kita harus datang ke supermarket atau toko barang tertentu untuk mendapatkan barang yang kita inginkan dan membayar cash, sekarang tidak lagi. Karena dengan AI akan dapat mengubah drastis kualitas kegiatan belanja, terutama di era pandemi Covid-19. Berbagai aktivitas belanja mulai dari memilih, memesan, membayar, hingga berburu diskon kini bisa dilakukan dengan 1 klik saja. Contohnya sudah banyak kita lakukan, seperti berbelanja di marketplace atau pun website dari si penyedia barang. Dengan ini, efesiensi waktu dan tenaga akan sangat terasa.

 

4. Layanan Pelanggan / Operator Telepon & Chatting

Operator yang terutama yang melayani pelanggan melalui telepon dan chatting kini perlahan tergantikan oleh kecerdasan buatan dan software. Kedua perangkat ini bisa memberikan solusi bagi pertanyaan-pertanyaan umum karena fungsi AI merekam memori sekaligus mencatat perilaku para pelanggan. Teknologi voice recognition mungkin dapat lebih canggih lagi di masa depan. Dengan begitu akan membuat perusahaan menggunakan teknologi ini dan menggantikan manusia dalam pekerjaan seperti operator telepon dan chat, telemarketer maupun resepsionis.

 

5. Input Data

Input data sederhana adalah pekerjaan yang tidak terlalu membutuhkan kualitas serta kualifikasi yang tinggi. Sifatnya yang cenderung berulang dan menggunakan rumus tertentu membuatnya mudah di gantikan oleh teknologi. Robot bisa menyisir banyak dokumen serta menemukan fakta yang relevan seperti data nomor ponsel dan email dengan kata kunci. Sejumlah analis keuangan juga di gantikan oleh komputer yang di rancang untuk menganalisa dan menemukan pola serta tren dalam data keuangan.

 

6. Bagian Perakitan dan Pekerja Pabrik

Tenaga rakit di pabrik merupakan pekerjaan yang sifatnya berulang. Pekerja di tuntut untuk konsisten sehingga produk-produk yang keluar dari pabrik memiliki kualitas serupa. Pengulangan dan konsistensi mutu tersebut membuatnya mudah tergantikan oleh mesin dan teknologi. Teknologi Robot sudah di gunakan untuk hampir seluruh pekerjaan manufaktur besar. Komputer juga sudah bisa merakit produk seperti mobil.

 

7. Guru atau Dosen

Di tempat belajar mengajar di masa mendatang tidak akan memiliki pengajar. Murid menimba ilmu agar mendapat pekerjaan, tapi pekerjaan profesional yang saat ini di pelajari oleh murid akan di kerjakan oleh mesin dan teknologi. Apalagi sekarang sudah bisa belajar dari internet tentang apapun.

 

8. Kasir

Pekerjaan yang akan hilang dalam 10 tahun kedepan disinyalir adalah Kasir. Toko dapat mengganti kasir dengan self-checkout atau pelanggan dapat melakukan pembayaran sendiri. Proses otomasi yang terjadi di sektor ritel ini akan lebih banyak memengaruhi proses pembayaran otomatis sebagai pengganti kasir.

 

9. Travel Agen

Hampir 70 persen calon wisatawan dunia melakukan search and share secara digital, dan 30 persennya melakukan booking secara online. Jika tidak di antisipasi dan tidak bertransformasi ke digital, usaha-usaha seperti agen travel manual tidak lama lagi akan hilang.

 

10. Teller dan Pegawai Bank

Kantor cabang yang di kelola oleh teller akan hilang dengan kehadiran teknologi. Sebab nasabah bisa melakukan transaksi dalam smartphone mereka. Transformasi digital masyarakat mendorong perubahan yang signifikan terhadap perusahaan dari semua tipe untuk memastikan mereka menyesuaikan diri dengan perkembangan dari pengguna saat ini dan masa depan mereka.

 

11. Pustakawan

Sekarang tanpa membeli buku, semua orang bisa mencari informasi di internet. Terlebih lagi harga e-book yang cenderung jauh lebih murah di bandingkan buku secara fisik

 

12. Tukang Parkir

Tukang parkir dulu tentu sering kalian temui di beberapa gerai toko. Namun, sejak pemerintah memberlakukan parkir gratis, tukang parkir hanya ada di tempat-tempat tertentu.

 

13. Petani

Di lansir dari kontan.co.id, di masa mendatang petani akan di gantikan oleh teknologi. Mesin dan robot memiliki fungsi untuk menanam hingga menuai hasil panen.  Dengan hanya mengandalkan tenaga manusia, hasil produksi tidak bisa maksimal.  Untuk mengakalinya, petani di tuntut untuk berinovasi. Salah satunya dengan menggunakan teknologi untuk mempercepat proses tanam hingga memanen.

 

Pekerjaan yang tergantikan teknologi ini rata-rata memiliki unsur pengulangan dalam pekerjaannya. Tapi, profesi dengan posisi tertentu yang biasanya masih bertahan. Membentuk kualitas tinggi pada keahlian dan wawasanmu adalah kunci untuk tetap bekerja di era teknologi.

Sekian informasi dari Admin. Semoga bermanfaat.

Jangan lupa mampir ke Website Resmi PT Comtelindo untuk mendapatkan informasi menarik lainnya. Karena hanya PT Comtelindo lah perusahaan terbaik di bidang solusi IT.

 

Sumber: kontan.co.id, cnbcindonesia.com, gamatechno.com, binus.ac.id